GAMBARAN RANCANGAN USAHA
2.1 Jenis Usaha
Usaha
yang akan didirikan yaitu budidaya ayam pedaging atau broiler dengan kapasitas
produksi 20.000 ekor.
2.2 Pemilihan Lokasi
Lokasi
kandang yang digunakan yaitu di desa Banyumeneng keamatan Mranggen kabupaten
Demak Jawa Tengah. Kandang terletak di area jauh dari pemukiman dengan suhu
rata-rata 23-340C dengan kelembapan udara 40-80%. Memilih lokasi ini
karena belom ada peternakan ayam pedaging di daerah ini dan dekat dengan akses
pasar dan akses pakan.
2.3 Manajemen Perkandangan
Kandang
yang digunakan yaitu 3 kandang dengan ukuran 100 meter x 8 meter dengan kepadatan kandang 4000 ekor, luas
ukuran kandang berdasarkan umur, kepadatan per meter persegi adalah:
1. Umur 1 – 3 hari kepadatan 40 – 50
ekor per meter persegi.
2. Umur 4 – 6 hari kepadatan 25 – 35
ekor per meter persegi.
3. Umur 7 – 9 hari kepadatan 15 – 20
ekor per meter persegi.
4. Umur lebih dari 10 hari kepadatan
10-15 ekor per meter persegi.
2.4 Manajemen Pemeliharaan
Pemeliharaan
DOC sampai panen dengan menjaga lingkungan peternakan tetap nyaman agar DOC berproduksi dengan optimal dan
tinngkat kematian rendah
2.5 Manajemen Pakan
Pemeliharaan
ayam broiler dibedakan menjadi dua peiode yaitu periode starter dan
periode finisher. Standar energi ransum ayam pedaging untuk periode starter
adalah 2800-3200 kkal/kg dan untuk periode akhir atau finisher energi
metabolisme sebesar 2800-3300 kkal/kg.. Jumlah Kebutuhan ayam berdasarkan umur
sebagai berikut:
·
Minggu
Pertama (hari ke-1-7) kebutuhan pakan 13 gr per ekor
·
Minggu
Kedua (hari ke 8 -14) kebutuhan pakan 33 gr per ekor
·
Minggu
Ketiga (hari ke 15-21) kebutuhan pakan 48 gr per ekor
·
Minggu
Keempat (hari ke 22-28) kebutuhan pakan 65 gr per ekor
·
Minggu
Kelima (hari ke 29-35) kebutuhan pakan 88 gr per ekor
2.6 Manajemen Vaksin dan Obat-Obatan
Kerugian
dalam budidaya kebanyakan disebabkan oleh ayam yang mati atau terserang
penyakit. Penyakit pada ayam dapat ditanggulangi dengan pencegahan (vaksinasi)
dan pengobatan. Selain itu juga dengan sanitasi yang baik pada kandang.
Program vaksinasi ayam broiler sebagai
berikut:
Tabel
1.
Program Vaksinasi Ayam Broiler
|
Umur (hari)
|
Obat/vaksin
|
|
0
|
Desinfektan
|
|
1-3
|
Antistress
|
|
3
|
Vaksinasi ND 1
|
|
4-7
|
Vitamineral
|
|
8-10
|
Koksidiostat
|
|
11-13
|
Antistress
|
|
13
|
Vaksinasi CRD
|
|
16-22
|
Multivitamin
|
|
23-25
|
Koksidiostat
|
|
26-28
|
Antistress
|
|
27
|
Vaksinasi ND 2
|
|
28
|
Vaksinasi CRD
|
|
29-panen
|
Multivitamin
|
Supriatna et al. (2005)
3.7 Manajemen Tenaga Kerja
Tenaga kerja berjumlah 5 oang yang terdiri dari 4 orang
anak kandang yang bertugas menangani pemeliharaan seperti memberi pakan dan
minum, sanitasi dan pengolahan limbah, 1 orang lagi sebagai menejer
pemeliharaan yang mengawasi anak kandang. Karyawan bekerja 12 jam dengan 2 kali
shift yaitu pagi dan malam. Sistem penggajian yaitu anak kandang digaji Rp
1.000.000/bulan dan menejer digaji Rp 2.000.000/bulan.
3.8 Manajemen Pemasaran
Jenis
produk yang akan dipasarkan adalah berupa ayam pedaging umur antara 35 hari dijual dalam keadaan hidup. Ayam
tersebut dipasarkan melalui tengkulak atau langsung ke pemotong, mengingat
masih belum terpenuhi kebutuhan daging ayam. Produk yang akan dipasarkan mempunyai
cirri-ciri sebagai berikut ayam dijual umur antara 35 hari dengan bobot ayam
antara 1,7 kg sampai 2 kg, dengan FCR maksimal 1,9 ayam dijual dalam kondisi
hidup. Pesaing yang ada akan kita jadikan mitra kerja.
ANALISIS USAHA
3. Analisis Kelayakan Usaha
Berikut
ini merupakan analisis sederhana usaha budidaya ayam broiler ukuran satu
periode panen:
1. Biaya
Tetap
Biaya
penyusutan Kandang : Rp 2.000.000
Biaya
penyusutan peralatan : Rp 1.500.000
Biaya
tak terduga : Rp 1.000.000
Tenaga
kerja : Rp 11.000.000
Total
biaya tetap : Rp 15.500.000
2. biaya
variable:
DOC
(10.000 ekor x Rp 4.000) : Rp
40.000.000
Biaya
pakan (17.290 kg x Rp 8.000) : Rp 138.320.000
Vaksin :
Rp 500.000
Obat-Obatan :
Rp 500.000
Transportasi : Rp 2.000.000
Listrik : Rp 500.000
Total
biaya variabel : Rp 181.820.000
Total
biaya : Rp 197.320.000
3. Keuntungan:
Produksi
awal ayam broiler yaitu 10.000 ekor dengan bobot rata-rata 2 kg dengan harga jual
per kg mencapai Rp 18.000, maka total penerimaan yaitu Rp 360.000.000. Keuntunga ini dapat digunakan
untuk menambah produksi.
4. Analisis
Biaya Manfaat
a.
Keuntungan : Rp360.000.000 – Rp 197.320.000
= Rp 162.680.000
b.
B/C Rasio : Rp 360.000.000 / Rp 197.320.000
= 1,82
(B/C
rasio > 1 maka usaha ini layak untuk dijalankan dan setiap penambahan Rp
1,00 akan diperoleh keuntungan Rp 1,82)
c.
Break Event Point (BEP)
1.
BEP harga produksi: Rp 197.320.000/ 10.000 x 2 kg = Rp 9.866
(
artinya pada harga Rp 9.866 usaha ini
berada pada titik impas)
2.
BEP volume produksi : Rp 197.320.000/
Rp 9.866 = 20.000 kg
DAFTAR PUSTAKA
Akbar
Adiguna. 2009. Evaluasi Nutrisi Ransum Ayam Broiler Di CV Pandu Putra Mandiri Desa Cibolang
Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Sukabumi. Jurusan Nutrisi
dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang
Gatot Adiwinarto,01
November 2009. Proposal Pemeliharaan Ayam
Pedaging http://gatotleo.blogspot.com/2009/11/proposal-pemeliharaan-ayam-pedaging.html
Handika Adi. 29
Mei 2013.Tatalaksana Manajemen Perkandangan
Ayam Broiler http://peternakancahya.blogspot.com/2013/05/tatalaksana-manajemen-perkandangan-ayam.html